Pentingnya Edukasi Perawat dengan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus


Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya produksi insulin atau gangguan pada fungsi insulin, meskipun jumlahnya normal.Hal ini disebabkan karena terjadi kerusakan pada sebagian atau seluruh sel-sel kelenjar pankreas (sel beta).

Kondisi ini menyebabkan glukosa yang dikonsumsi tidak dapat diproses secara sempurna. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tahun 2011 jumlah penderita diabetes melitus di dunia 200 juta jiwa, Indonesia menempati urutan keempat terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia setelah India, Cina,dan Amerika Serikat.

Pentingnya Edukasi Perawat dengan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus

Pada tahun 2011,terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes melitus. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, menyatakan bahwa prevalensi nasional penyakit Diabetes Mellitus di Indonesia sebanyak 5,7%.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang disebutkan oleh Resolusi PBB No.61 tahun 2006 sebagai pandemi global yang mengancam kesehatan dunia secara serius, tidak hanya karena efek komplikasinya seperti kerusakan pembuluh darah dan syaraf, ketoasidosis diabetik (KAD) dan Status Hiperglikemi Hiperosmolar (SHH).

Beberapa faktor yang berkaitan dengan Diabetes Mellitus dan peningkatan kadar glukosa darah adalah obesitas, riwayat keluarga dan pola hidup yang kurang beraktivitas. Keseluruhan faktor tersebut dapat berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang Diabetes Mellitus khusunya mengenai pola makan yang buruk dan gaya hidup yang dijalani.

Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol pada Penderita diabetes melitus akan menyebabkan berbagai komplikasi, baik yang bersifat akut maupun yang kronik. komplikasi akut Penderita biasanya tidak sadarkan diri dengan angka kematiannya yang tinggi, dan komplikasi akut seperti makroangiopati, mengenai jantung, stroke, retinopati diabetika (mengenai retina mata) dan nefropati diabetika (mengenai ginjal), mata, glaukoma, penciuman menurun, mudah terjangkit Tuberculosis (TB), dan kaki/ulkus diabetika (diabetic foot). Oleh karena itu, sangatlah penting bagi para Penderita untuk memantau kadar glukosa darahnya secara rutin.


Peningkatan prevalensi Diabetes Mellitus dan komplikasi yang diakibatkanya menunjukkan pentingnya upaya pencegahan.Pencegahan Diabetes Mellitus adalah dengan mengupayakan kadar glukosa darah dalam tubuh menjadi normal.

Upaya untuk menurunkan kadar gula darah yaitu melalui empat pilar penatalaksanaan Diabetes Mellitus seperti edukasi, perencanaan makan, latihan jasmani dan terapi farmakologi. Pemantauan kadar gula darah sangat penting karena glukosa darah adalah indikator untuk menentukan diagnosa penyakit Diabetes Mellitus.

Keberhasilan pengelolaan diabetes mandiri membutuhkan partisipasi aktif Penderita, keluarga dan masyarakat.Untuk mencapai keberhasilan perubahan perilaku, dibutuhkan edukasi yang komprehensif.Edukasi gizi merupakan usaha di bidang kesehatan untuk membantu individu, kelompok atau masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan responden menuju konsumsi pangan yang sehat dan bergizi sesuai dengan kebutuhan tubuh

Pelaksanaan edukasi Diabetes Mellitus (DM) oleh perawat

Dalam keperawatan, edukasi merupakan satu bentuk intervensi keperawatan yang mandiri untuk membantu klien baik individu, kelompok, maupun masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran, yang didalamnya perawat berperan sebagai seseorang yang memberikan informasi kepada kliennya.

Pemberian edukasi oleh perawat dapat diterima oleh para kliennya harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya isi penyuluhan yang dapat dipahami oleh Penderita (Realiability), penggunaan bahasa yang mudah dimengerti (assurance), menggunakan peralatan, sarana prasarana yang menunjang (tangiable), mau menanggapi pertanyaan Penderita (emphaty) dan memberikan jawaban yang dapat memuaskan Penderita (responsivennes) sehingga informasi yang diberikan dapat diterima dengan baik.

Sebagian besar Penderita menganggap bahwa edukasi yang diberikan oleh perawat tentang Diabetes Mellitus kurang dapat mereka pahami sehingga informasi yang diberikan tidak dapat mereka terima dengan baik sehingga tidak memberikan dampak terhadap penurunan kadar glukosa darah Penderita Diabetes Mellitus.

Kadar glukosa darah pada Penderita Diabetes Mellitus yang mendapatkan edukasi kurang baik oleh perawat

Rata rata kadar glukosa darah dari 3 kali pengukuran pada Penderita Diabetes Mellitus yang mendapatkan edukasi kurang baik masih cukup tinggi, Hasil ini juga menggambarkan bahwa kadar glukosa darah Penderita yang tidak terkontrol dimana hal ini dapat disebabkan karena pola hidup mereka yang kurang baik karena belum pernah mendapatkan edukasi tentang pola hidup sehat guna mengontrol kadar glukosa darah sehingga diperlukan pemberian edukasi ulang mengenao pola hidup sehat dengan memperhatikan aspek-aspek penting dalam pemberian edukasi sehingga apa yang diinformasikan dapat diterima dengan baik.

Kadar glukosa darah pada Penderita Diabetes Mellitus yang mendapatkan edukasi dengan baik oleh perawat

Hasilnya bahwa pada Penderita yang diberikan metode edukasi yang benar terhadap perubahan kadar glukosa darah yang lebih menurun dan terkontrol dengan baik, Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah dari 3 kali pengukuran pada Penderita Diabetes Mellitus yang mendapatkan edukasi dengan baik memiliki kadar glukosa yang lebih rendah dibandingkan dengan Penderita dengan edukasi kurang baik.

Hal ini juga menunjukkan bahwa kadar glukosa darahnya lebih terkontrol dimana hal ini dikarenakan mereka mengetahui pola hidup sehat yang benar untuk Penderita Diabetes Mellitus seperti pola makan, aktivitas fisik dan rutin kontrol sehingga gula darah mereka dapat terpantau dengan baik. Namun hasil ini menunjukkan bawha masih terdapat Penderita dengan kadar glukosa darah yang cukup tinggi dan tidak mengalami penurunan dimana hal ini dapat disebabkan pada Penderita yang sudah mendapatkan edukasi dengan baik tersebut tidak menerapkan pola hidup yang sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh perawat.

Pentingnya edukasi oleh perawat dengan kadar glukosa darah pada Penderita Diabetes Mellitus

Pada Penderita dengan edukasi yang baik dan kurang baik dengan kadar glukosa yang masih cukup tinggi dan tidak dikontrol, hal ini dapat disebabkan pola hidup dari Penderita Diabetes Mellitus tersebut yang tidak berubah meskipun ada diantara mereka yang sudah mendapatkan edukasi yang baik.

Hal ini menunjukkan bahwa perilaku perilaku seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuannya tetapi juga oleh faktor lain seperti sikap, kebudayaan, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan.

Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk tetap mempertahanakan pola hidup sehat agar kadar glukosa darah tetap terkontrol dengan baik. Pemberian edukasi dapat meningkat pengetahuan Penderita tentang gaya hidup sehat dan upaya mengontrol kadar glukosa darahnya, sedangkan pengetahuan adalah faktor predisposisi dari perilaku kesehatan seseorang.

Pemberian edukasi oleh perawat terhadap glukosa darah ditunjukkan adanya perbedaan rata-rata kadar glukosa darah antara yang diedukasi baik dan diedukasi kurang baik dimana pada Penderita yang diedukasi baik terlihat bahwa rata-rata kadar glukosa darahnya lebih rendah dibandingkan yang diedukasi kurang baik.

Hal ini dapat disebabkan oleh karena pada Penderita yang sudah diedukasi terjadi perubahan perilaku kesehatan berdasarkan pengetahuan tentag gaya hidup sehat bagi Penderita Diabetes Mellitus yang berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah sehingga glukosa darahnya dapat terkontrol.

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Pentingnya Edukasi Perawat dengan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus"

  1. Penyakit DM ini memang butuh di sosialisasikan ke khalayak krn kebanyakan sudah parah baru ketahuan.Saya pernah lihat langsung pasien dgn kadar gula yg tinggi di mana jari2 kaki dan tangannya luka parah,menghitam dan ada yg sudah di amputasi tapi tidak disiplin menjaga pola makannya.

    ReplyDelete
  2. Kebanyakan masyarakat menganggap enteng setiap gejala yang dialami. Dan akhirnya hal itu menjadi parah. Karena kurangnya pemahaman. Seperti yang pernah dialami tetangga yang akhirnya sekarang sudah memprihatinkan keadaannya.

    ReplyDelete
  3. setuju, bahwa edukasi terhadap penderita Diabetes Mellitus sangat penting dilakukan supaya si penderita sendiri menyadari bahwa kadar gulanya naik atau turun.

    ReplyDelete
  4. Sayaaaa sebenernya hobiiii baking bikin-bikin kuee.. Tapi inget kadar gulanya jadi maju mundur syantik. Khawatir dengan DM karena pola makan..

    ReplyDelete

Harap Berkomentar Sesuai dengan Topik Pembahasan

Komentar anda sengaja dimoderasi untuk menghindari komentar yang mengandung sara dan spam