Pengetahuan Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita


Diare merupakan penyakit yang masih perlu diwaspadai menyerang balita. Diare merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan pada anak di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Kematian akibat diare mencapai 500 ribu pertahunnya yang terutama terjadi pada anak balita yang menjadi penyakit infeksi penyebab kematian nomor dua setelah pnemonia.

Menurut penelitian di negara berkembang 1 dari 5 orang menderita diare infeksi setiap tahunnya dan 1 dari 6 orang pasien yang berobat menderita diare infeksi. Tingginya kejadian diare di negara barat ini oleh karena infeksi makanan dan penyebaran penyakit yang disebabkan bakteri bakteri penyebab infeksi

Diare merupakan keadaan dimana seseorang menderita mencret-mencret, tinjanya encer, dapat bercampur darah dan lendir kadang disertai muntah-muntah. Diare dapat menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja

Orang Tua dengan pengetahuan baik memiliki kemungkinan melakukan pencegahan diare dengan baik lebih tinggi di bandingkan orang tua dengan pengetahuan kurang Pecegahan penyakit diare dapat dilakukan bila ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit diare.

Hal ini sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan dapat melalui penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba.

Pengetahuan menjadi faktor presdisposisi perilaku kesehatan termasuk perilaku pencegahan penyakit diare. Pencegahan penyakit diare yang dilakukan oleh ibu akan menurunkan angka kejadian diare pada balita.

Kejadian diare sangat dipengaruhi oleh pengetahuan tentang diare. Pengaruh pengetahuan tentang diare sangat mempengaruhi persepsi dan perilaku responden dalam pencegahan diare sehingga akan berdampak pada kejadian diare. Hal ini sangat mempengaruhi kesehatan anak, maka dari itu penyuluhan untuk peningkatan pengetahuan diperlukan untuk merubah prilaku kesehatan orang tua

Pengetahuan akan mempengaruhi perilaku pencegahan penyakit. Pengetahuan yang baik akan membentuk perilaku kesehatan sehingga akhirnya akan menurunkan kejadian penyakit termasuk diare.

Orang Tua dengan tingkat pengetahuan baik akan memiliki kemungkinan sebanyak 8 kali lebih tinggi untuk melakukan pencegahan diare dibandingkan orang tua dengan tingkat pengetahuan kurang.

Kejadian diare sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang diare yang berdampak pada perilaku kesehatan ibu dalam merawat balita. Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal dan non formal. Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya.

Akan tetapi perlu ditekankan, bukan berarti seseorang yang berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan rendah pula. Hal ini mengingat bahwa peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh dari pendidikan formal saja, akan tetapi dapat diperoleh melalui pendidikan non formal.

Orang tua yang memiliki pengetahuan yang baik akan cenderung melakukan perilaku yang sesuai dengan pengetahuannya termasuk perilaku pencegahan penyakit diare sehingga akan menurunkan kejadian diare pada balita. Pengetahuan sangat penting sebagai dasar tindakan ibu dalam pencegahan diare.

Orang tua yang memiliki pengetahuan baik, mempunyai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar diare yang diketahui dan dapat menginterpretasikan perilaku pencegahan tersebut secara benar, sehingga dapat menyikapi suatu masalah dengan baik

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengetahuan Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita"

Post a Comment

Harap Berkomentar Sesuai dengan Topik Pembahasan

Komentar anda sengaja dimoderasi untuk menghindari komentar yang mengandung sara dan spam