Pengetahuan Ibu dan Status Ekonomi Keluarga Sangat Erat Hubungannya dengan Status Gizi Balita


Pengetahuan Ibu, Status Ekonomi Keluarga, Status Gizi Balita - Anak balita merupakan salah satu golongan penduduk yang rawan terhadap masalah gizi. Kekurangan gizi dapat menyebabkan efek yang serius yaitu kegagalan pertumbuhan fisik, menurunnya perkembangan kecerdasan.

Status gizi balita dapat dipengaruhi oleh pendapatan keluarga, pemeliharaan kesehatan, program pemberian makanan tambahan, pengetahuan, pendidikan, pola asuh keluarga, dan jumlah anak dalam keluarga. Hal ini sangat berhubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dan status ekonomi keluarga dengan status gizi balita

Pengetahuan Ibu dan Status Ekonomi Keluarga Sangat Erat Hubungannya dengan Status Gizi Balita

Anak balita mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga membutuhkan suplai makanan dan gizi dalam jumlah yang cukup dan memadai. Bila sampai terjadi kurang gizi pada masa balita dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan mental

Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SDKI, 2012) ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8% anak balita Indonesia pendek. Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang berkepanjangan. Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak (SDKI, 2012).

Cakupan penimbangan balita merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita, cakupan pelayanan kesehatan dasar khususnya imunisasi, tingkat partisipasi masyarakat serta prevalensi gizi kurang.

Gangguan gizi disebabkan oleh faktor primer atau sekunder, faktor primer adalah susunan makanan seseorang salah dalam kuantitas dan kualitas contohnya penyediaan pangan, kemiskinan, ketidaktahuan, kebiasaan makan yang salah, faktor sekunder meliputi semua faktor yang menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh setelah makanan di konsumsi

Kekurangan gizi dapat menyebabkan efek yang serius yaitu kegagalan pertumbuhan fisik, menurunnya perkembangan kecerdasan, menurunnya produktivitas, dan menurunnya daya tahan terhadap penyakit yang mengakibatkan kematian. Balita yang kekurangan gizi sangat berpengaruh pada perkembangan otak yang proses pertumbuhannya terjadi pada masa itu

Faktor lain yang mempengaruhi status gizi adalah Tingkat sosial ekonomi mempengaruhi kemampuan keluarga untuk mencukupi kebutuhan zat gizi balita, disamping itu, keadaan sosial ekonomi juga berpengaruh pada pemilihan macam makanan tambahan dan waktu pemberiannya serta kebiasaan hidup sehat.

Hubugan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dengan Status Gizi pada Balita.

Sangat erat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi pada balita, artinya ibu yang pengetahuannya kurang baik tentang gizi berisiko memiliki balita gizi kurang dibandingkan dengan ibu yang memiliki pengetahuan baik

Kurangnya pengetahuan dan salah konsepsi tentang kebutuhan pangan dan nilai pangan adalah umum dijumpai setiap Negara di dunia. Kemiskinan dan kekurangan persediaan pangan yang bergizi merupakan faktor penting dalam masalah kurang gizi, penyebab lain yang penting dari gangguan gizi adalah kurangnya pengetahuan tentang dan mengetahui kemampuan untuk menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari hari

Kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian gizi dan pemantauan status gizi pada balita dapat menyebabkan balita mengalami gizi kurang bahkan gizi buruk.  Hal ini disebabkan karena ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi pada baliata seperti pemilihan bahan makanan yang bergizi, seperti sayuran, buah buahan yang mengadung gizi tinggi dan juga pemberian vitamin.  Tidak terpantaunya pertumbuhan balita menyebabkan ibu tidak mengetahui kondisi kesehatan balita.

Hubungan Status Ekonomi dengan Status Gizi Balita

Tingkat penghasilan ikut menentukan jenis pangan apa yang akan dibeli dengan adanya tambahan uang. Semakin tinggi penghasilan, semakin besar pula persentase dari penghasilan tersebut dipergunakan untuk membeli buah, sayur mayur dan berbagai jenis bahan pangan lainnya. Jadi penghasilan merupakan faktor penting bagi kuantitas dan kualitas.Pengaruh peningkatan penghasilan terhadap perbaikan kesehatan dan kondisi keluarga lain yang mengadakan interaksi dengan status gizi yang berlawanan hampir universal

Pendapatan adalah dengan gaji, upah, serta pendapatan lainnya yang diterima seseorang setelah orang itu melakukan pekerjaan dalam kurun waktu tertentu. Pendapatan keluarga adalah seluruh pendapatan dan penerimaan yang diterima oleh seluruh anggota Rumah Tangga Ekonomi (ARTE). Seseorang dengan pendapatan tinggi akan memiliki daya beli terhadap  bahan pokok sebagai sumber pemenuhan suplai gizi yang didapat dari makanan yang mengandung nilai gizi yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan balita

Subscribe to receive free email updates:

9 Responses to "Pengetahuan Ibu dan Status Ekonomi Keluarga Sangat Erat Hubungannya dengan Status Gizi Balita"

  1. terkadang merasakan kekhawatiran kepada anak anak yang suka jajan di pedagang yang menjual makanan dengan bahan perasa, pemanis buatan. bahkan tidak sedikit pedagang yang mengolahnya tidak dengan takaran yang pas dan seimbang. hal ini ditakutkan bisa merusak pertumbuhan anak hingga di masa mendatang. semoga kita sebagai orang tua mampu menjaga dan memantau anak anak kita saat jajan.

    ReplyDelete
  2. Walaupun tingkat penghasilan mempengaruhi jenis pangan yg mampu di beli tetapi masalah asupan gizi yg benar tidak melulu krn status ekonomi tapi lebih krn salah kaprah pemahaman tentang keseimbangan gizi.ini terlihat dari makin meningkatnya kasus obesitas pada kalangan ekonomi di atas rata2.padahal masalah obesitas pada anak adalah masalah serius juga utk kesehatan anak.saya sangat setuju bila sosialisasi tentang asupan gizi seimbang yg tak harus mahal dan bisa di jangkau utk semua kalangan semangkin di dengungkan lagi

    ReplyDelete
  3. status ekonomi yang tidak memadai, saat ini paling sering menjadi kendala utama untuk meningkatkan asupan gizi anak. Kadang2 para ibu juga terpaksa memberikan makanan yang seadanya karena memang tak bisa membeli bahan pangan bergizi

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul itu kang Usmar Ismail, mungkin kalo untuk di pedesaan bisa menanam sayur di kebun sendiri atau di pekarangan rumah. jadi bisa mengurangi pembelian bahan makanan

      Delete
  4. Apapyn tanpa pengetahuan yang memadai memang akan menjadi tidak maksimal. Dan saya lihat di sekitar masih banyak ibu yang tidak memilah-milah memberikan suatu makanan pada anaknya. Asal anak suka ya biarkan. Namun tidak dipungkiri juga bahwa faktor finansial menjadi pemicu ketidakberdayaan orangtua memberikan makanan berkualitas gizi terbaik.

    ReplyDelete
  5. Wow, pembahasannya udah kayak skripsi nih ehhe, becanda kang, btw emang sangat penting seh seotrang ibu dan juga ayah harus tahu gizi untuk anaknya, pokokna untuk anak jangan coba-coba

    ReplyDelete
  6. Aku sepakat banget loh kampanye gizi ini. Ada beberapa keluarga yang tidak mempedulikan gigi keluarganya sedangkan bisa beli rokok kesel banget deh anaknya malah tidak diberi gizi yang memadai

    ReplyDelete
  7. Wah telaten banget itu nyuapin si dedeknya. Kadang sebagai ibu saya merasa ada beban or peer pressure, kalau anak kenapa2 sedikit aja terutama urusan berat badan, ntr dikira ibunya nggak telaten ngurusi hehe. Tapi setuju kalau ibu harus punya pengetahuan, karena sebenarnya banyak bahan pangan lokal yang harga terjangkau tapi bergizi. Yg penting anggota keluarga lain juga mendukung. Saya sedih kalau ada anak kurang gizi tapi bapaknya bisa beli rokok.

    ReplyDelete

Harap Berkomentar Sesuai dengan Topik Pembahasan

Komentar anda sengaja dimoderasi untuk menghindari komentar yang mengandung sara dan spam