Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ibu dalam Memberikan Asi Ekslusif Kepada Anak


ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal, bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Selanjutnya, demi tercukupinya nutrisi bayi, maka ibu mulai memberikan makanan pendamping ASI hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih

Makanan atau minuman lain yang dimaksud misalnya seperti susu formula, jeruk, madu, air teh ataupun makanan padat seperti pisang, papaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini

Akang Putra Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ibu dalam Memberikan Asi Ekslusif Kepada Anak

ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi karena komposisinya sesuai dengan kebutuhan bayi dan banyak mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. Bayi yang mendapat ASI eksklusif mordibitas dan mortalitasnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.

Pemberian ASI sedini mungkin, membuat bayi mendapat zat kekebalan dari ibunya, selain itu juga peristaltik usus bayi akan lebih cepat terangsang, gangguan pencernaan dan penyakit lain kemungkinan berkurang, serta dapat menurunkan angka kematian bayi.

Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Faktor faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang yaitu pengetahuan, sikap, kepercayaan, motivasi, peraturan pendukung, fasilitas atau sarana kesehatan, sikap dan perilaku petugas kesehatan, serta informasi kesehatan.

Hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif

Perlu diketahui bahwa pengetahuan ibu sangat mempengaruhi tindakan ibu dalam memberikan asi ekslusif kepada anaknya, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Seorang ibu dengan pengetahuan baik memiliki kemungkinan besar untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu dengan pengetahuan yang kurang.

Pengetahuan merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi perilaku kesehatan Pengetahuan merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi perilaku kesehatan Apabila perilaku kesehatan didasarkan oleh pengetahuan, maka prilaku yang terbentuk akan berlangsung lama.

Pengetahuan sangat mempengaruhi pengalaman dan pendidikan seseorang seperti seorang wanita yang dalam keluarga atau lingkungan sosialnya secara teratur mempunyai kebiasaan menyusui atau sering melihat wanita yang menyusui bayinya secara teratur akan mempunyai pandangan positif tentang pemberian ASI

Pengetahuan ibu yang kurang memadai tentang ASI eksklusif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi fenomena kurangnya pemberian ASI eksklusif.

Pengetahuan ibu akan mempengaruhi keputusan ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Pengetahuan rsponden tentang ASI terbatas pada sekisar tahu, sehingga tidak memiliki keterampilan dalam mempraktekannya.

Pengatahuan ibu yang cukup seputar ASI, seperti manfaat dan cara pemberiannya akan mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif cenderung memiliki pengetahuan yang kurang dan berpendapat bahwa ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi apabila jika bayi sudah berumur 4 bulan.

Hubungan antara sikap ibu dengan pemberian ASI ekslusif

Sikap Seorang ibu dalam memberikan Asi sangatlah penting, terdapat hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang memiliki sikap positif memiliki kemungkinan lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang memiliki sikap negative

Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas, melainkan merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku

Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan suatu tindakan atau aktifitas, akan tetapi predisposisi tindakan atau perilaku. Sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi terjadi dalam situasi yang melibatkan situasi emosional

Orang lain disekitar ikut mempengaruhi sikap seseorang, dalam hal ini ibu lebih mudah dipengaruhi oleh petugas kesehatan. Sikap, perilaku, dan nasihat petugas kesehatan sangat penting dalam mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif

Dengan demikian, ibu yang bersikap positif belum tentu berperilaku yang positif juga. Atas dasar inilah ayng menjadi alas an kemungkinan tidak adanya hubungan antara sikap ibu dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dalam penelitian ini.

Hubungan antara motivasi ibu dengan pemberian ASI eksklusif

Motivasi seorang ibu sangat penting dalam pemberian asi pada anak, terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi ibu dengan peberian ASI eksklusif. Seorang Ibu dengan motivasi baik memiliki kemungkinan lebih besar untuk memberikan ASI esklusif dibandingkan dengan ibu yang memiliki motivasi yang kurang.

Motivasi manusia merupakan dorongan, keinginan, hasrat, dan tenaga penggerak lainnya yang berasal dari dalam dirinya, untuk melakukan sesuatu. Memengaruhi perilaku karena motivasi adalah dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu.

Setiap perilaku pada hakikatnya mempunyai motif tertentu. Tidak adanya hubungan yang diteliti antara motivasi dengan pemberian ASI eksklusif karena motif tidak selalu dapat diamati dari perilaku, atau dapat dikatakan bahwa perilaku yang Nampak tidak selalu menggambarkan motifnya, motif tidak selalu seperti yang Nampak, bahkan kadang-kadang motif berlawanan dengan perilaku yang Nampak. Perilaku yang Nampak sama belum tentu dilatarbelakangi oleh motif yang sama, sebaliknya motif yang sama belum tentu menghasilkan perilaku yang sama.

Motivasi ibu merupakan faktor yang mempengaruhi ibu member ASI eksklusif, seorang ibu sangat mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif, oleh karena itu disarankan kepada petugas kesehatan untuk membangun dan mendorong ibu agar ibu memberikan ASI secara eksklusif.

Hubungan antara sikap dan perilaku petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif

Perlu diketahui bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara peraturan kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif, ibu yang mendapat sikap dan perilaku petugas kesehatan yang positif memiliki kemungkinan lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan pada ibu yang mendapat sikap dan perilaku kesehatan yang negative

Sikap dan perilaku petugas kesehatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI secara ekskusif, dukungan petugas kesehatan merupakan salah satu faktor yang mendorong perilaku seseorang.

Petugas kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam melindungi, meningkakan, dan mendukung usaha menyusui harus dapat dilihat dalam segi keterlibatannya yang luas dalam aspek social.

Sebagai individu yang bertanggung jawab dalam gizi bayi dan perawatan kesehatan, petugas kesehatan menpunyai posisi penting yang dapat mempengaruhi organisasi dan fungsi pelayanan kesehatan ibu, baik sebelum, selama maupun setelah kehamilan dan persalinan

Peranan petugas kesehatan merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku pemberian ASI eksklusif, peran petugas kesehatan memiliki hubungan yang signifikan dengan pola pemberian ASI eksklusif

Sikap dan perilaku yang diberikan dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk upaya menyusui. Petugas kesehatan dapat memberi pengaruh positif dengan cara memberikan penyuluhan tentang pentingnya manfaat pemberian ASI ekslusif kepada ibu dan keluarganya, sehingga mereka memandang bahwa kehamilan, melahirkan dan menyusui sebagai suatu pengalaman yang menyenangkan yang diperoleh dalam suasana yang ramah dan lingkungan yang menunjang.

Hubungan antara informasi kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif

Perlu diketahui bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna anatara informasi kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. Seorang ibu yang mendapatkan informasi kesehatan dengan baik memiliki kemungkinan 6,65 kali lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang kurang mendapat informasi kesehatan dengan baik

Informasi kesehatan tentang pemberian ASI ekeklusif dapat dilakukan dengan penyuluhan melalui kegiatan komunikasi,informasi dan edukasi (KIE) yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku ibu menyusui dalam memberikan ASI secara eksklusif.

Informasi kesehatan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. Informasi kesehatan dapat diperoleh dari petugas kesehatan, media cetak dan informasi, Koran dan lain-lain.

Seseorang yang mendapatkan informasi kesehatan yang baik akan memiliki pengatahuan yang baik pula. Hal ini tentu akan mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif karena pengetahuan menjadikan perilaku kesehatan menjadi langgeng dibandingkan perilaku yang tidak didasari pengetahuan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ibu dalam Memberikan Asi Ekslusif Kepada Anak"

Post a Comment

Harap Berkomentar Sesuai dengan Topik Pembahasan

Komentar anda sengaja dimoderasi untuk menghindari komentar yang mengandung sara dan spam