Pemeliharaan pada tanaman kakao yang kurang terawat dan terserang OPT

Pemeliharaan pada tanaman kakao yang kurang terawat dan terserang OPT - Memperbaiki kondisi kebun yang tanamannya kurang terawat dan terserang OPT (hama, penyakit dan gulma) melalui pemeliharaan tanaman sesuai dengan baku teknis merupakan upaya dalam Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao.

Pemeliharaan pada tanaman kakao yang kurang terawat dan terserang OPT
Pemeliharaan pada tanaman kakao yang kurang terawat dan terserang OPT

Intensifikasi tanaman adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman melalui penerapan standar teknis budidaya. Kebun kakao yang mendapat perlakuan intensifikasi adalah kebun yang merupakan hamparan/berkelompok dengan kondisi:
  • Tanamannya masih muda (<10 tahun) tetapi kurang terpelihara.
  • Jumlah tegakan/populasi tanaman >70% dari jumlah standar (1.000 pohon/Ha)
  • Produktivitas tanaman rendah (<500 kg/ha/tahun) dan masih mungkin untuk ditingkatkan.
  • Pohon pelindung >20% dari standar.
  • Terserang OPT Utama (PBK, Helopeltis spp., penyakit VSD, kanker batang dan Busuk Buah).
  • Lahan memenuhi persyaratan kesesuaian, meliputi curah hujan 1.500-2.500mm (sangat sesuai) dan 1.250-1.500mm atau 2.500-3.000mm (sesuai), lereng 0-8% (sangat sesuai) dan 8-15% (sesuai).

Selain itu penggunaan pestisida yang efektif, dengan Pemilihan pestisida didasarkan pada hasil pengamatan serangan hama, penyakit dan gulma. Beberapa pestisida yang efektif untuk pengendalian hama Helopeltis spp. dan PBK diantaranya adalah berbahan aktif lamda sihalotrin + tiamektosam, lamda sihalotrin, alfa sipermetrin, sipermetrin + klorfirifos, abametrin, triazopos dan malation.

Untuk Penyakit VSD sebiknya dicegah menggunakan fungisida diantaranya yang berbahan aktif azoxystrobin, azoxystrobin + difenokonazol, propikonazol+ difenokonazol, flutriafol dan hexaconazole. Selain menggunakan Fungisida dalam mengendalikan Penyakit VSD ini harus lah dilakukan pemangkasan pada dahan dahan tanaman kakao.

Penyakit busuk buah dan kanker batang yang terjadi pada tanaman kakao dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif diantaranya tembaga oksida dan tembaga hidroksida. Untuk memperbaiki tanaman kakao yang terkena penyakit kanker batang yaitu menggunakan fungisida dengan cara mengupas kulit batang yang terserang penyakit kanker kemudian mengoleskan pada bagian yang sakit.

Untuk pengendalian Hama PBK yang efektif yaitu dapat menggunakan perangkap Feromon, Feromon tersebut berbahan aktif antara lain campuran hexadecatrienyl acetate dan hexadecatrienol. Pemasangan perangkap harus tepat waktu, dilakukan pada saat musim buah di mana mulai terjadi serangan. Jika diterapkan tidak pada saat musim buah tidak ada manfaatnya.

Kegiatan tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan pemangkasan, sanitasi, panen sering dan pemupukan (PSPsP), penyarungan buah dan pemanfaatan agensia hayati jamur Beauveria bassiana atau semut hitam / rangrang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemeliharaan pada tanaman kakao yang kurang terawat dan terserang OPT"

Post a Comment

Harap Berkomentar Sesuai dengan Topik Pembahasan

Komentar anda sengaja dimoderasi untuk menghindari komentar yang mengandung sara dan spam