6 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu

6 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu


6 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu, Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya

Program kesehatan ibu dan anak yang telah dilaksanakan selama ini bertujuan untuk meningkatkan status derajat kesehatan ibu dan anak serta menurunkan target Angka Kematian Ibu (AKI)

Diperlukan upaya pengelolaan program kesehatan ibu dan anak yang bertujuan untuk memanfaatkan dan meningkatkan jangkauanpelayanan kesehatan masyarakat

Akang Putra 6 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu

Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi

Bawah Lima Tahun (Balita) merupakan salah satu sasaran posyandu yang cukup penting, oleh karena balita merupakan proporsi yang cukup besar dari komposisi penduduk Indonesia, dan sebagai generasi penerus bangsa, pertumbuhan dan perkembangan balita saat ini harus berkualitas sesuai dengan yang di harapkan.

Akan tetapi pelaksanaan untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak sampai saat ini masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari angka kejadian kematian dan masalah-masalah kesehatan yang diderita anak balita di Indonesia yang masih tinggi.Hal ini adalah satu alasan pentingnya ibu yang mempunyai balita harus tetap aktif membawa anaknya ke posyandu

Perihal pentingnya mengaktifkan posyandu sebagai saran untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, bukan karena disebabkan beberapa faktor penting yang berpengaruh terhadap status kesehatan masyarakat di Indonesia yang masih memperihatinkan, tapi posyandu memiliki manfaat besar bagi peningkatan kesehatan masyarakat

Alasan posyandu mendapat perhatian khusus, karena posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan oleh para relawan bukan pemerintah “Posyandu mempunyai peran penting dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif dan juga melanjutkan pemberian ASI sampai usia 24 bulan diserta pemantauan pertumbuhan mulai bayi lahir sampai usia 60 bulan”.

Semua kegiatan posyandu sangat tergantung pada kader posyandu dengan adanya masalah tingginya prevalensi gizi kurang pada anak balita yang berhubungan dengan tingginya bayi lahir dengan berat badan rendah.

Guna mencermati hal tersebut, maka revitalasi Posyandu harus mendapat perhatian yang cukup dalam pembangunan gizi dan kesehatan masyarakat

Usaha-usaha tersebut tidak akan berhasil guna dan berdaya guna tanpa di dukung oleh usaha-usaha lain secara terpadu. Oleh karena ituusaha penanggulanganmasalah memerlukan kerja sama dan kordinasi yang tepat antar berbagi sektor terkait.

Lebih dari itu, usahaperbaikan gizi tergantung dari partisipasi masyarakat yang di tandai oleh tingkat kehadiran ibu balita diposyandu

Pendidikan dan pengetahuan merupakan hal yang penting bagi manusia, yang dapat merubah persepsi mengenai suatu hal,pengetahuan diartikan sebagai pengalaman yang kita alami.

Pengalaman-pengalaman itu harus di susun dan diatur sedemikian rupasehingga menjadi suatu keseluruhan yang berkaitan satu dengan yang lainnya sebagi suatu gejala yang di terangkan.

Dengan pendidikan dan pengetahan yang dimilikinya di harapkan ibu balita dapat perperan aktif dalam kegiatan posyandu dan berperilaku, bertindak dan bersikap untuk mendorong prilaku kesehatan

Untuk meningkatkan jumlah sasaran yang berkunjung dalam kegiatan posyandu serta kwalitas pelayanan di posyandu itu sendiri sudah jelas di pengaruhi oleh banyak faktor antara lain seperti perilaku, pendidikan, pengetahuan, social budaya, pekerjaan ,jarak tempat tinggal dan lain- lain


5 Hari Ikuti Family Gathering Goes To Bandung dan Bogor Bersama Keluarga dan Rekan Kerja

5 Hari Ikuti Family Gathering Goes To Bandung dan Bogor Bersama Keluarga dan Rekan Kerja


5 Hari Ikuti Family Gathering Goes To Bandung, Kali ini Akang berkesempatan lagi ikut dalam Family Gathering yang ke dua kalinya diadakan oleh Kampus STIKes Aisyah Pringsewu Lampung, dimana Kampus ini merupakan tempat kerja akang.

Sebelumnya Family Gathering yang pertama ke Jogja pada tahun 2015, akang juga bersama keluarga. Pada family gathering part 1 kejogja akang hanya bareng istri saja, dan pada waktu itu istri sedang hamil muda sekitar 3 atau 4 bulan lah umur kehamilannya.

Untuk family gathering part 2 ini dengan tujuan ke kota Bandung, sesuai dengan jadwal atau rangkaian acara yang ditetapkan oleh panitia family gathering kali ini ke 2 kota yaitu kota Bandung dan kota Bogor.

akang putra 5 Hari Ikuti Family Gathering Goes To Bandung

Perasaan saat mendengar kabar dan dimintai konfirmasi keikut sertaan dalam family gathering part 2 STIKes Aisyah Pringsewu ini sangat senang sekali, apalagi jadwal kegiatannya pas setelah hari ulang tahun anak pertama akang Raisya Khairan Abqary yang ke 2 tahun.

Selain itu pada family gathering kali ini akang juga ingin memberikan kesempatan pada istri untuk menikmati perjalanan dan liburan serrta tempat wisata yang akan dituju, karena pada family gatering yang pertama dulu, istri benar benar tidak menikmati karena dalam kondisi sedang mabok karena sedang hamil.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini dimulai pada tanggal 19 hingga 23 Februari 2018 dengan tujuan bandung dan bogor ini diikuti oleh yayasan Aisyah Lampung, Pimpinan STIKes Aisyah Pringsewu, Pimpinan Akbid Medica Bakti Nusantara, Dosen, Staf dan Karyawan, beserta keluarga. Juga dari Aisyah Medical Center.

Baca Juga : Family Gathering Part 2 STIKes Aisyah Pringsewu Goes To Paris Van Java tahun 2018

Berikut ini rundown kegiatan family gathering selama 5 hari dengan tujuan bandung dan bogor di tahun 2018

Hari Pertama tanggal 19 Februari 2018

Pagi pagi mulai dari jam 07.00 sampai jam 08.00 Seluruh Peserta berkumpul di kampus STIKes Aisyah Pringsewu, kemudian melakukan Registrasi peserta dan pembagian kursi tempat duduk di dalam bus dan packing bagasi, dilanjutkan dengan panitia dan peserta berkumpul untuk mendengarkan pengarahan singkat dari ketua STIKes Aisyah Pringsewu sekaligus memberangkatkan peserta family gathering.

Jika sesuai dengan jadwal pada pukul 08.30 seluruh peserta family gathering part 2 ini berangkat dari kampus, kali ini menggunakan 3 bus pariwisata, dan diperkirakan perjalanan hingga sampai ke hotel sampai pukul 21.00, pada family gathering goes to bandung ini bersinggah di hotel Vipassana Bandung

Hari kedua tanggal 20 februari 2018

Di hari kedua dijadwalkan sudah sampai ke bandung daerah lembang dan menginap di hotel vipassana bandung, pukul 04.30 sampai pukul 07.00 peserta bangun, sholat dan mandi kemudian sarapan, hingga pukul 07.30 berangkat dari hotel menuju Wisata Tangkuban Perahu hingga pukul 10.30 seluruh peserta berwisata di Tangkuban Perahu

Pada pukul 11.00 hingga pukul 13.00 ishoma dan makan siang di Rumah Makan Saung Pengkolan, kemudian dilanjutkan lagi menuju tempat wisata Floating Market dan diperkirakan tiba pada pukul 14.00 wib. Seluruh peserta berwisata di Floating Market hingga pukul 17.30 setelah itu kembali lagi ke hotel dan peserta dipersilahkan untuk membuat acara masing masing bersama keluarganya

Hari ketiga tanggal 21 februari 2018

Di hari ketiga ini masih tetap sama dengan hari ke dua yaitu pukul 04.30 sampai pukul 08.00 peserta bangun, sholat dan mandi kemudian sarapan, hingga pukul 08.00 seluruh peserta melakukan check out dari hotel dan berangkat dari hotel menuju lokasi Wisata Edukasi Jendela Alam.

Di lokasi wisata edukasi jendela alam ini peserta dipersilahkan untuk memberikan kepada putra putrinya kesempatan bermain, pada saat bermain di lokasi ini panitia menyarankan bagi anak anak udia di atas 3 tahun agar membawa pakaian ganti

Pada pukul 11.00 hingga pukul 13.00 peserta ishoma dan makan siang di rumah makan sederhana dewasa, dan dilanjutkan dengan membeli oleh oleh bandung.

Selanjutnya pukul 13.00 hingga pukul 20.00 perjalanan menuju kota bogor dan makan malam di perjalanan, diperkirakan sampai ke hotel Grand Cempaka Bogor pukul 20.00 dan melakukan check in hotel kemudian seluruh peserta istirahat

Hari keempat tanggal 22 februari 2018

Seperti biasa bangun pagi sholat, mandi dan sarapan di hotel. Yang membedakan di hari keempat ini sudah berbeda hotelnya yang di hari kedua hotel di bandung dan yang hari keempat ini hotel di bogor.  Setelah sarapan kemudian persiapan menuju outbond, di lokasi outbon ini pukul 08.00 hingga pukul 12.00.

Mulai dari pukul 12.00 yaitu ishoma dan dilanjutkan acara masing masing peserta dipersilahkan untuk mencari dan berwisata sendiri hingga makan malam di hotel. Kemudian istirahat hingga pagi

Hari kelima tanggal 23 februari 2018

Rutinitas masih tetap sama seperti hari hari sebelumnya ketika di hotel,bangun sholat dan sarapan hinggga pukul 08.00 kemudian check out dari hotel dan persiapan menuju ke Taman Safari. Hingga pukul 10.00 diperkirakan tiba di lokasi taman safari hingga pukul 16.00 kemudian dilanjutkan perjalanan menuju kembali ke lampung

Diperkirakan pukul 19.00 hingga hari ke enam perjalanan menuju ke kampus STIKes Aisyah Pringsewu Lampung.

Nah itu tadi jadwal berdasarkan rundown kegiatan family gathering part 2 Aisyah goes to paris van java (bandung) keluarrga besar STIKes Aisyah Pringsewu selama 5 hari. 


Cara Sederhana Membuat Jus Tomat Segar Sendiri di Rumah

Cara Sederhana Membuat Jus Tomat Segar Sendiri di Rumah

Belajar bagaimana membuat jus tomat itu menyenangkan dan memuaskan, apalagi kita bisa membuat jus tomat dengan cara sederhana di rumah, dan buah tomat yang biasa saja bisa jadi lezat dan sehat.

Satu satunya bahan yang dibutuhkan adalah buah tomat segar yang bisa didapat dari kebun sendiri atau bisa juga beli di pasar tradisional maupun di supermarket.

Jus tomat ini bisa dinikmati sendiri atau bisa juga dicampur dengan jus sayuran lainnya untuk mendapatkan sensasi minuman yang menyegarkan.

akang putra Cara Sederhana Membuat Jus Tomat Segar Sendiri di Rumah

Cara Sederhana membuat  jus tomat
Bahan baku seperti buah tomat yang dibutuhkan untuk membuat satu liter jus tomat sangat minim. Jika Anda tidak memiliki tanaman buah tomat sendiri di kebun atau pekarangan rumah bisa membelinya dan memilih buah tomat segar di pasar atau tukang sayur keliling, bahkan bisa juga membelinya ke supermarket.

Bahan yang harus disiapkan untuk mendapatkan jus tomat segar sederhana yaitu
3 ons tomat segar
1 bawang merah cincang kecil (tergantung selera ya, boleh juga ga usah pake bawang)
2 tangkai seledri cincang (ini juga opsional aja ya,, ga harus ada dan tergantung selera)

Untuk memberi rasa gurih pada jus tomat yang kita buat, boleh tambahkan satu bawang merah cincang kecil dan dua batang seledri cincang ke tomat yang dimasak.

Selanjutnya cuci semua tomat segar secara menyeluruh dan apabila masih ada tangkainya lepaskan tangkai yang ada di buah tomat.

Jika Anda lebih suka dengan tomat kupas, masukkan tomat dalam air mendidih selama satu atau dua menit sampai kulit terbelah, kemudian biarkan tomat yang sudah di masak hingga dingin, dan selanjutnya lepaskan kulitnya.

Masukkan tomat ke wadah terpisah kemudian cincang tomat atau di iris kecil kecil.

Tempatkan panci di atas api sedang di atas kompor. Jika Anda ingin menambahkan rasa ke jus tomat matang tadi, silahkan tuangkan sedikit minyak zaitun ke dalam panci dan tumis bawang merah cincang dan seledri sampai lembut, sekitar 8 sampai 10 menit.

Tambahkan tomat cincang ke dalam panci, dengan panas sedang dan biarkan mendidih tomat selama 25 sampai 40 menit, tergantung pada konsistensi yang diinginkan. Waktu memasak yang lebih lama akan menghasilkan jus yang sedikit lebih kental.

Angkat campuran tomat yang telah dimasak dari kompor dan biarkan dingin setidaknya selama 10 sampai 15 menit.

Masukkan campuran tomat melalui saringan atau penggilingan makanan untuk menghilangkan semua padatan tomat, bawang merah, dan seledri.

Dinginkan jus tomat yang sudah disaring hingga beberapa jam sebelum disajikan, hal ini untuk mendapatkan rasa jus yang segar.

Anda bisa menyimpan jus ekstra sampai beberapa hari di kulkas.


Hubungan Pendidikan Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita

Hubungan Pendidikan Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita


Penyebaran penyakit diare terkait dengan perilaku masyarakat yang sangat erat hubungannya dengan kebiasaan hidup bersih dan kesadaran keluarga terhadap bahaya diare. Perilaku pencegahan diare merupakan salah satu upaya dalam mengendalikan penyebaran dan penularan sehingga dapat menurunkan angka kejadian penyakit diare.

Pencegahan diare yang dilakukan oleh orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang tua akan penyakit, penyabab dan pencegahan diare. Pengetahuan orang tua sangat dipengaruhi oleh daya tangkap dan pola berfikir yang dipengaruhi oleh pendidikan orang tua.

Diare merupakan keadaan dimana seseorang menderita mencret-mencret, tinjanya encer,dapat bercampur darah dan lendir kadang disertai muntah-muntah. Diare dapat menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja

Orang Tua dengan pengetahuan baik memiliki kemungkinan melakukan pencegahan diare dengan baik lebih tinggi di bandingkan orang tua dengan pengetahuan kurang Pecegahan penyakit diare dapat dilakukan bila ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit diare.

Orang tua dengan pendidikan lanjutan memiliki kemungkinan melakukan pencegahan diare dengan baik lebih tinggi di bandingkan orang tua dengan pendidikan dasar. Tingkat pendidikan ibu yang rendah akan mempengaruhi pengetahuan ibu karena ibu yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi akan mudah menerima masukan dari pihak lain

Pendidikan ibu dengan perilaku pencegahan diare oleh ibu dengan pendidikan lanjutan biasanya akan melakukan pencegahan diare dengan baik, sedangkan ibu dengan pendidikan dasar biasanya akan melakukan pencegahan diare kurang baik

Orang tua yang melakukan pencegahan diare dengan baik sebagian besar memilki pendidikan lanjutan. Perilaku merupakan aksi dari individu terhadap reaksi dari hubungan dengan lingkungannya. Berakaitan dengan hal tersebut maka salah satu persoalannya ialah bagaimana cara membentuk perilaku itu sesuai dengan yang diharapkan.

Perilaku pencegahan diare sangat dipengaruhi oleh pengetahuan yang didapat dari pendidikan pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi.

Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan.

Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan dimana diharapkan seseorang dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya sehingga akan melakukan perilaku yang lebih mendukung lagi.

Pendidikan yang semakin tinggi akan menambah wawasan dan pengetahuan seseorang begitu pula dalam bidang kesehatan dan akhirnya akan berperilaku untuk mencegah diare. pendidikan yang semakin tinggi akan menambah wawasan dan pengetahuan seseorang begitu pula dalam bidang kesehatan.

Peningkatan pengetahuan tentang diare melalui penyuluhan terutama pada orang tua dengan pendidikan rendah perlu dilakukan untuk meningkatkan perilaku orang tua dalam mencegah diare.

Pengetahuan Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita

Pengetahuan Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita


Diare merupakan penyakit yang masih perlu diwaspadai menyerang balita. Diare merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan pada anak di Negara berkembang, termasuk Indonesia. Kematian akibat diare mencapai 500 ribu pertahunnya yang terutama terjadi pada anak balita yang menjadi penyakit infeksi penyebab kematian nomor dua setelah pnemonia.

Menurut penelitian di negara berkembang 1 dari 5 orang menderita diare infeksi setiap tahunnya dan 1 dari 6 orang pasien yang berobat menderita diare infeksi. Tingginya kejadian diare di negara barat ini oleh karena infeksi makanan dan penyebaran penyakit yang disebabkan bakteri bakteri penyebab infeksi

Diare merupakan keadaan dimana seseorang menderita mencret-mencret, tinjanya encer, dapat bercampur darah dan lendir kadang disertai muntah-muntah. Diare dapat menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja

Orang Tua dengan pengetahuan baik memiliki kemungkinan melakukan pencegahan diare dengan baik lebih tinggi di bandingkan orang tua dengan pengetahuan kurang Pecegahan penyakit diare dapat dilakukan bila ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit diare.

Hal ini sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan dapat melalui penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba.

Pengetahuan menjadi faktor presdisposisi perilaku kesehatan termasuk perilaku pencegahan penyakit diare. Pencegahan penyakit diare yang dilakukan oleh ibu akan menurunkan angka kejadian diare pada balita.

Kejadian diare sangat dipengaruhi oleh pengetahuan tentang diare. Pengaruh pengetahuan tentang diare sangat mempengaruhi persepsi dan perilaku responden dalam pencegahan diare sehingga akan berdampak pada kejadian diare. Hal ini sangat mempengaruhi kesehatan anak, maka dari itu penyuluhan untuk peningkatan pengetahuan diperlukan untuk merubah prilaku kesehatan orang tua

Pengetahuan akan mempengaruhi perilaku pencegahan penyakit. Pengetahuan yang baik akan membentuk perilaku kesehatan sehingga akhirnya akan menurunkan kejadian penyakit termasuk diare.

Orang Tua dengan tingkat pengetahuan baik akan memiliki kemungkinan sebanyak 8 kali lebih tinggi untuk melakukan pencegahan diare dibandingkan orang tua dengan tingkat pengetahuan kurang.

Kejadian diare sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang diare yang berdampak pada perilaku kesehatan ibu dalam merawat balita. Pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal dan non formal. Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya.

Akan tetapi perlu ditekankan, bukan berarti seseorang yang berpendidikan rendah mutlak berpengetahuan rendah pula. Hal ini mengingat bahwa peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh dari pendidikan formal saja, akan tetapi dapat diperoleh melalui pendidikan non formal.

Orang tua yang memiliki pengetahuan yang baik akan cenderung melakukan perilaku yang sesuai dengan pengetahuannya termasuk perilaku pencegahan penyakit diare sehingga akan menurunkan kejadian diare pada balita. Pengetahuan sangat penting sebagai dasar tindakan ibu dalam pencegahan diare.

Orang tua yang memiliki pengetahuan baik, mempunyai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar diare yang diketahui dan dapat menginterpretasikan perilaku pencegahan tersebut secara benar, sehingga dapat menyikapi suatu masalah dengan baik

Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ibu dalam Memberikan Asi Ekslusif Kepada Anak

Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ibu dalam Memberikan Asi Ekslusif Kepada Anak


ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal, bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Selanjutnya, demi tercukupinya nutrisi bayi, maka ibu mulai memberikan makanan pendamping ASI hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih

Makanan atau minuman lain yang dimaksud misalnya seperti susu formula, jeruk, madu, air teh ataupun makanan padat seperti pisang, papaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini

Akang Putra Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Ibu dalam Memberikan Asi Ekslusif Kepada Anak

ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi karena komposisinya sesuai dengan kebutuhan bayi dan banyak mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi. Bayi yang mendapat ASI eksklusif mordibitas dan mortalitasnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.

Pemberian ASI sedini mungkin, membuat bayi mendapat zat kekebalan dari ibunya, selain itu juga peristaltik usus bayi akan lebih cepat terangsang, gangguan pencernaan dan penyakit lain kemungkinan berkurang, serta dapat menurunkan angka kematian bayi.

Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Faktor faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang yaitu pengetahuan, sikap, kepercayaan, motivasi, peraturan pendukung, fasilitas atau sarana kesehatan, sikap dan perilaku petugas kesehatan, serta informasi kesehatan.

Hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif

Perlu diketahui bahwa pengetahuan ibu sangat mempengaruhi tindakan ibu dalam memberikan asi ekslusif kepada anaknya, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Seorang ibu dengan pengetahuan baik memiliki kemungkinan besar untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu dengan pengetahuan yang kurang.

Pengetahuan merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi perilaku kesehatan Pengetahuan merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi perilaku kesehatan Apabila perilaku kesehatan didasarkan oleh pengetahuan, maka prilaku yang terbentuk akan berlangsung lama.

Pengetahuan sangat mempengaruhi pengalaman dan pendidikan seseorang seperti seorang wanita yang dalam keluarga atau lingkungan sosialnya secara teratur mempunyai kebiasaan menyusui atau sering melihat wanita yang menyusui bayinya secara teratur akan mempunyai pandangan positif tentang pemberian ASI

Pengetahuan ibu yang kurang memadai tentang ASI eksklusif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi fenomena kurangnya pemberian ASI eksklusif.

Pengetahuan ibu akan mempengaruhi keputusan ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Pengetahuan rsponden tentang ASI terbatas pada sekisar tahu, sehingga tidak memiliki keterampilan dalam mempraktekannya.

Pengatahuan ibu yang cukup seputar ASI, seperti manfaat dan cara pemberiannya akan mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif cenderung memiliki pengetahuan yang kurang dan berpendapat bahwa ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi apabila jika bayi sudah berumur 4 bulan.

Hubungan antara sikap ibu dengan pemberian ASI ekslusif

Sikap Seorang ibu dalam memberikan Asi sangatlah penting, terdapat hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang memiliki sikap positif memiliki kemungkinan lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang memiliki sikap negative

Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas, melainkan merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku

Sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak, dan bukan merupakan suatu tindakan atau aktifitas, akan tetapi predisposisi tindakan atau perilaku. Sikap akan lebih mudah terbentuk apabila pengalaman pribadi terjadi dalam situasi yang melibatkan situasi emosional

Orang lain disekitar ikut mempengaruhi sikap seseorang, dalam hal ini ibu lebih mudah dipengaruhi oleh petugas kesehatan. Sikap, perilaku, dan nasihat petugas kesehatan sangat penting dalam mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif

Dengan demikian, ibu yang bersikap positif belum tentu berperilaku yang positif juga. Atas dasar inilah ayng menjadi alas an kemungkinan tidak adanya hubungan antara sikap ibu dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dalam penelitian ini.

Hubungan antara motivasi ibu dengan pemberian ASI eksklusif

Motivasi seorang ibu sangat penting dalam pemberian asi pada anak, terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi ibu dengan peberian ASI eksklusif. Seorang Ibu dengan motivasi baik memiliki kemungkinan lebih besar untuk memberikan ASI esklusif dibandingkan dengan ibu yang memiliki motivasi yang kurang.

Motivasi manusia merupakan dorongan, keinginan, hasrat, dan tenaga penggerak lainnya yang berasal dari dalam dirinya, untuk melakukan sesuatu. Memengaruhi perilaku karena motivasi adalah dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu.

Setiap perilaku pada hakikatnya mempunyai motif tertentu. Tidak adanya hubungan yang diteliti antara motivasi dengan pemberian ASI eksklusif karena motif tidak selalu dapat diamati dari perilaku, atau dapat dikatakan bahwa perilaku yang Nampak tidak selalu menggambarkan motifnya, motif tidak selalu seperti yang Nampak, bahkan kadang-kadang motif berlawanan dengan perilaku yang Nampak. Perilaku yang Nampak sama belum tentu dilatarbelakangi oleh motif yang sama, sebaliknya motif yang sama belum tentu menghasilkan perilaku yang sama.

Motivasi ibu merupakan faktor yang mempengaruhi ibu member ASI eksklusif, seorang ibu sangat mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif, oleh karena itu disarankan kepada petugas kesehatan untuk membangun dan mendorong ibu agar ibu memberikan ASI secara eksklusif.

Hubungan antara sikap dan perilaku petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif

Perlu diketahui bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara peraturan kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif, ibu yang mendapat sikap dan perilaku petugas kesehatan yang positif memiliki kemungkinan lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan pada ibu yang mendapat sikap dan perilaku kesehatan yang negative

Sikap dan perilaku petugas kesehatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI secara ekskusif, dukungan petugas kesehatan merupakan salah satu faktor yang mendorong perilaku seseorang.

Petugas kesehatan memiliki peranan yang sangat penting dalam melindungi, meningkakan, dan mendukung usaha menyusui harus dapat dilihat dalam segi keterlibatannya yang luas dalam aspek social.

Sebagai individu yang bertanggung jawab dalam gizi bayi dan perawatan kesehatan, petugas kesehatan menpunyai posisi penting yang dapat mempengaruhi organisasi dan fungsi pelayanan kesehatan ibu, baik sebelum, selama maupun setelah kehamilan dan persalinan

Peranan petugas kesehatan merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku pemberian ASI eksklusif, peran petugas kesehatan memiliki hubungan yang signifikan dengan pola pemberian ASI eksklusif

Sikap dan perilaku yang diberikan dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk upaya menyusui. Petugas kesehatan dapat memberi pengaruh positif dengan cara memberikan penyuluhan tentang pentingnya manfaat pemberian ASI ekslusif kepada ibu dan keluarganya, sehingga mereka memandang bahwa kehamilan, melahirkan dan menyusui sebagai suatu pengalaman yang menyenangkan yang diperoleh dalam suasana yang ramah dan lingkungan yang menunjang.

Hubungan antara informasi kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif

Perlu diketahui bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna anatara informasi kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. Seorang ibu yang mendapatkan informasi kesehatan dengan baik memiliki kemungkinan 6,65 kali lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang kurang mendapat informasi kesehatan dengan baik

Informasi kesehatan tentang pemberian ASI ekeklusif dapat dilakukan dengan penyuluhan melalui kegiatan komunikasi,informasi dan edukasi (KIE) yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku ibu menyusui dalam memberikan ASI secara eksklusif.

Informasi kesehatan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. Informasi kesehatan dapat diperoleh dari petugas kesehatan, media cetak dan informasi, Koran dan lain-lain.

Seseorang yang mendapatkan informasi kesehatan yang baik akan memiliki pengatahuan yang baik pula. Hal ini tentu akan mempengaruhi perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif karena pengetahuan menjadikan perilaku kesehatan menjadi langgeng dibandingkan perilaku yang tidak didasari pengetahuan