Hubungan Pengetahuan dengan Kunjungan Ibu ke Posyandu

Hubungan Pengetahuan dengan Kunjungan Ibu ke Posyandu



Hubungan Pengetahuan dengan Kunjungan Ibu ke Posyandu, Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square menghasilkan nilai p value = 0,012<α = 0,005 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan kunjungan ke Posyandu Darma Bhakti Pekon Waya Krui Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu Lampung Tahun 2015.

Akang Putra Hubungan Pengetahuan dengan Kunjungan Ibu ke Posyandu

Hasil analisis juga menemukan OR = 4.4 yang berarti bahwa ibu yang memiliki pengetahuanbaik mempunyai peluang 4.4 kali lebih besar melakukan kunjungan ke posyandu secara teratur dibandingkan dengan ibu yang memiliki pengetahuan kurang.

Menurut Green   (1980), Peningkatan pengetahuan tidak selalu menyebabkan perubahan perilaku, Green juga menambahkan pengetahuan tertentu tentang kesehatan mungkin penting sebelum tindakan kesehatan terjadi namun perilaku kesehatan mungkin tidak terjadi jika kurang mendapat dukungan dari pengetahuan yang dimiliki.

Perilaku yang didasari oleh pengetahuan, kesadaran yang positif maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng (long lasting), namun sebaliknya jika perilaku tersebut tidak disadari oleh pengetahuan dan kesadaran maka akan bersifat sementara atau tidak berlangsung lama hal ini diungkapkan oleh Rogers (1974) yang dikutip oleh Notoatmodjo (2010).

Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian Maharsi (2007), dimana OR sebesar 20,533 yang artinya responden yang berpengetahuan baik mempunyai peluang 20 kali untuk memiliki kepatuhan datang ke posyandu dibandingkan responden yang berpengetahuan buruk.

Pengetahuan sangat erat dikaitkan dengan tingkat pendidikan dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Akan tetapi perlu ditekankan pengetahuan tidak saja didapat dari pendidikan formal saja namun dari pendidikan non formal (Wawan dan Dewi, 2010).

Walaupun terdapat kecendrungan yang pengetahuannya baik akan berkunjung ke posyandu, namun masih banyak juga terdapat ibu-ibu yang tidak aktif melakukan kunjungan.

Begitu juga sebaliknya, masih banyak terdapat ibu-ibu yang pengetahuannya kurang, namun aktif dalam melakukan kunjungan.

Hal ini mungkin karena ada faktor lain yang cukup kuat dimana faktor itu membentuk perilaku yang tanpa dilandasi pengetahuan terlebih dahulu dan setelah mereka berperilaku, dan sadar akan manfaat perilaku tersebut maka muncul pengetahuan pada diri mereka.

Dalam penelitian ini bisa disebabkan ibu-ibu yang berpendidikan rendah sering diajak oleh kader dengan pendekatan kekeluargaan misal: didatangi rumahnya untuk diingatkan kapan akan dilakukan penimbangan kegiatan posyandu, sehingga mereka sungkan dan mau datang ke posyandu



Hubungan Pendidikan dengan Kunjungan Ibu Ke Posyandu

Hubungan Pendidikan dengan Kunjungan Ibu Ke Posyandu


Hubungan Pendidikan dengan Kunjungan Ibu Ke Posyandu, Hasil penelitian yang dilakukan oleh Anwarul hasan seorang mahasiswa keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Aisyah Pringsewu Lampung.

Akang Putra Hubungan Pendidikan dengan Kunjungan Ibu Ke Posyandu

Hasil Penelitian dengan menggunakan uji chi square menghasilkan nilai p value = 0,003<α = 0,005 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan kunjungan ke Posyandu Darma Bhakti Pekon Waya Krui Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu Lampung Tahun 2015.

Hasil analisis juga menemukan OR = 4.8 yang berarti bahwa ibu yang memiliki pendidikan tinggi mempunyai peluang 4.8 kali lebih besar melakukan kunjungan ke posyandu secara teratur dibandingkan dengan ibu yang memiliki pendidikan rendah.

Akang Putra Hubungan Pendidikan dengan Kunjungan Ibu Ke Posyandu

Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting untuk memberikan kemampuan berfikir, menelaah dan memahami informasi yang diperoleh dengan pertimbangan yang lebih rational dan pendidikan yang baik akan memberikan kemampuan yang baik pula dalam mengambil keputusan tentang kesehatan keluarga (Hastono, 2009)

Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju kearah cita-cita tertentu yang menentukan manusia untuk berbuat sesuatu dan mengisi kehidupan dalam mencapai kebahagian dan keselamatan, pendidikan diperlukan dalam mendapatkan informasi, misalnya informasi tentang manfaat posyandu (Wawan dan Dewi, 2010).

Seperti YB Mantra yang dikutip Notoatmodjo (2003), pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk juga perilaku seseorang.

Hasil ini samadengan penelitian yang dilakukan oleh Yuryanti (2010) dan Jannah (2010) yang menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu.

Pada penelitian Yuryanti (2010) didapatkan OR 3,316 yang berarti ibu yang berpendidikan tinggi mempunyai peluang 3,3 kali untuk berperilaku kunjungan baik dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan rendah dan Jannah (2010) didapatkan OR 0,310 yang artinya ibu yang berpendidikan dasar 9 tahun mempunyai peluang 0,3 kali mengunjungi posyandu dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan diatas pendidikan dasar 9 tahun.

Menurut peneliti, orang yang berpendidikan tinggi memiliki pola pikir yang baik dalam menerima dan menyerap informasi mengenai posyandu dengan baik yang disampaikan melalui penyuluhan kesehatan, maupun melaui media TV, radio dan media massa lainnya.

Responden yang berpendidikan tinggi lebih peduli terhadap kesehatan anak balitanya dibanding dengan yang berpendidikan rendah. Sehingga untuk pemilihan pelayanan kesehatan untuk yang berpendidikan tinggi lebih memilih ke pelayanan yang lebih tinggi.


6 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu

6 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu


6 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu, Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya

Program kesehatan ibu dan anak yang telah dilaksanakan selama ini bertujuan untuk meningkatkan status derajat kesehatan ibu dan anak serta menurunkan target Angka Kematian Ibu (AKI)

Diperlukan upaya pengelolaan program kesehatan ibu dan anak yang bertujuan untuk memanfaatkan dan meningkatkan jangkauanpelayanan kesehatan masyarakat

Akang Putra 6 Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu

Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi

Bawah Lima Tahun (Balita) merupakan salah satu sasaran posyandu yang cukup penting, oleh karena balita merupakan proporsi yang cukup besar dari komposisi penduduk Indonesia, dan sebagai generasi penerus bangsa, pertumbuhan dan perkembangan balita saat ini harus berkualitas sesuai dengan yang di harapkan.

Akan tetapi pelaksanaan untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak sampai saat ini masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari angka kejadian kematian dan masalah-masalah kesehatan yang diderita anak balita di Indonesia yang masih tinggi.Hal ini adalah satu alasan pentingnya ibu yang mempunyai balita harus tetap aktif membawa anaknya ke posyandu

Perihal pentingnya mengaktifkan posyandu sebagai saran untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, bukan karena disebabkan beberapa faktor penting yang berpengaruh terhadap status kesehatan masyarakat di Indonesia yang masih memperihatinkan, tapi posyandu memiliki manfaat besar bagi peningkatan kesehatan masyarakat

Alasan posyandu mendapat perhatian khusus, karena posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan oleh para relawan bukan pemerintah “Posyandu mempunyai peran penting dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif dan juga melanjutkan pemberian ASI sampai usia 24 bulan diserta pemantauan pertumbuhan mulai bayi lahir sampai usia 60 bulan”.

Semua kegiatan posyandu sangat tergantung pada kader posyandu dengan adanya masalah tingginya prevalensi gizi kurang pada anak balita yang berhubungan dengan tingginya bayi lahir dengan berat badan rendah.

Guna mencermati hal tersebut, maka revitalasi Posyandu harus mendapat perhatian yang cukup dalam pembangunan gizi dan kesehatan masyarakat

Usaha-usaha tersebut tidak akan berhasil guna dan berdaya guna tanpa di dukung oleh usaha-usaha lain secara terpadu. Oleh karena ituusaha penanggulanganmasalah memerlukan kerja sama dan kordinasi yang tepat antar berbagi sektor terkait.

Lebih dari itu, usahaperbaikan gizi tergantung dari partisipasi masyarakat yang di tandai oleh tingkat kehadiran ibu balita diposyandu

Pendidikan dan pengetahuan merupakan hal yang penting bagi manusia, yang dapat merubah persepsi mengenai suatu hal,pengetahuan diartikan sebagai pengalaman yang kita alami.

Pengalaman-pengalaman itu harus di susun dan diatur sedemikian rupasehingga menjadi suatu keseluruhan yang berkaitan satu dengan yang lainnya sebagi suatu gejala yang di terangkan.

Dengan pendidikan dan pengetahan yang dimilikinya di harapkan ibu balita dapat perperan aktif dalam kegiatan posyandu dan berperilaku, bertindak dan bersikap untuk mendorong prilaku kesehatan

Untuk meningkatkan jumlah sasaran yang berkunjung dalam kegiatan posyandu serta kwalitas pelayanan di posyandu itu sendiri sudah jelas di pengaruhi oleh banyak faktor antara lain seperti perilaku, pendidikan, pengetahuan, social budaya, pekerjaan ,jarak tempat tinggal dan lain- lain


5 Hari Ikuti Family Gathering Goes To Bandung dan Bogor Bersama Keluarga dan Rekan Kerja

5 Hari Ikuti Family Gathering Goes To Bandung dan Bogor Bersama Keluarga dan Rekan Kerja


5 Hari Ikuti Family Gathering Goes To Bandung, Kali ini Akang berkesempatan lagi ikut dalam Family Gathering yang ke dua kalinya diadakan oleh Kampus STIKes Aisyah Pringsewu Lampung, dimana Kampus ini merupakan tempat kerja akang.

Sebelumnya Family Gathering yang pertama ke Jogja pada tahun 2015, akang juga bersama keluarga. Pada family gathering part 1 kejogja akang hanya bareng istri saja, dan pada waktu itu istri sedang hamil muda sekitar 3 atau 4 bulan lah umur kehamilannya.

Untuk family gathering part 2 ini dengan tujuan ke kota Bandung, sesuai dengan jadwal atau rangkaian acara yang ditetapkan oleh panitia family gathering kali ini ke 2 kota yaitu kota Bandung dan kota Bogor.

akang putra 5 Hari Ikuti Family Gathering Goes To Bandung

Perasaan saat mendengar kabar dan dimintai konfirmasi keikut sertaan dalam family gathering part 2 STIKes Aisyah Pringsewu ini sangat senang sekali, apalagi jadwal kegiatannya pas setelah hari ulang tahun anak pertama akang Raisya Khairan Abqary yang ke 2 tahun.

Selain itu pada family gathering kali ini akang juga ingin memberikan kesempatan pada istri untuk menikmati perjalanan dan liburan serrta tempat wisata yang akan dituju, karena pada family gatering yang pertama dulu, istri benar benar tidak menikmati karena dalam kondisi sedang mabok karena sedang hamil.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini dimulai pada tanggal 19 hingga 23 Februari 2018 dengan tujuan bandung dan bogor ini diikuti oleh yayasan Aisyah Lampung, Pimpinan STIKes Aisyah Pringsewu, Pimpinan Akbid Medica Bakti Nusantara, Dosen, Staf dan Karyawan, beserta keluarga. Juga dari Aisyah Medical Center.

Baca Juga : Family Gathering Part 2 STIKes Aisyah Pringsewu Goes To Paris Van Java tahun 2018

Berikut ini rundown kegiatan family gathering selama 5 hari dengan tujuan bandung dan bogor di tahun 2018

Hari Pertama tanggal 19 Februari 2018

Pagi pagi mulai dari jam 07.00 sampai jam 08.00 Seluruh Peserta berkumpul di kampus STIKes Aisyah Pringsewu, kemudian melakukan Registrasi peserta dan pembagian kursi tempat duduk di dalam bus dan packing bagasi, dilanjutkan dengan panitia dan peserta berkumpul untuk mendengarkan pengarahan singkat dari ketua STIKes Aisyah Pringsewu sekaligus memberangkatkan peserta family gathering.

Jika sesuai dengan jadwal pada pukul 08.30 seluruh peserta family gathering part 2 ini berangkat dari kampus, kali ini menggunakan 3 bus pariwisata, dan diperkirakan perjalanan hingga sampai ke hotel sampai pukul 21.00, pada family gathering goes to bandung ini bersinggah di hotel Vipassana Bandung

Hari kedua tanggal 20 februari 2018

Di hari kedua dijadwalkan sudah sampai ke bandung daerah lembang dan menginap di hotel vipassana bandung, pukul 04.30 sampai pukul 07.00 peserta bangun, sholat dan mandi kemudian sarapan, hingga pukul 07.30 berangkat dari hotel menuju Wisata Tangkuban Perahu hingga pukul 10.30 seluruh peserta berwisata di Tangkuban Perahu

Pada pukul 11.00 hingga pukul 13.00 ishoma dan makan siang di Rumah Makan Saung Pengkolan, kemudian dilanjutkan lagi menuju tempat wisata Floating Market dan diperkirakan tiba pada pukul 14.00 wib. Seluruh peserta berwisata di Floating Market hingga pukul 17.30 setelah itu kembali lagi ke hotel dan peserta dipersilahkan untuk membuat acara masing masing bersama keluarganya

Hari ketiga tanggal 21 februari 2018

Di hari ketiga ini masih tetap sama dengan hari ke dua yaitu pukul 04.30 sampai pukul 08.00 peserta bangun, sholat dan mandi kemudian sarapan, hingga pukul 08.00 seluruh peserta melakukan check out dari hotel dan berangkat dari hotel menuju lokasi Wisata Edukasi Jendela Alam.

Di lokasi wisata edukasi jendela alam ini peserta dipersilahkan untuk memberikan kepada putra putrinya kesempatan bermain, pada saat bermain di lokasi ini panitia menyarankan bagi anak anak udia di atas 3 tahun agar membawa pakaian ganti

Pada pukul 11.00 hingga pukul 13.00 peserta ishoma dan makan siang di rumah makan sederhana dewasa, dan dilanjutkan dengan membeli oleh oleh bandung.

Selanjutnya pukul 13.00 hingga pukul 20.00 perjalanan menuju kota bogor dan makan malam di perjalanan, diperkirakan sampai ke hotel Grand Cempaka Bogor pukul 20.00 dan melakukan check in hotel kemudian seluruh peserta istirahat

Hari keempat tanggal 22 februari 2018

Seperti biasa bangun pagi sholat, mandi dan sarapan di hotel. Yang membedakan di hari keempat ini sudah berbeda hotelnya yang di hari kedua hotel di bandung dan yang hari keempat ini hotel di bogor.  Setelah sarapan kemudian persiapan menuju outbond, di lokasi outbon ini pukul 08.00 hingga pukul 12.00.

Mulai dari pukul 12.00 yaitu ishoma dan dilanjutkan acara masing masing peserta dipersilahkan untuk mencari dan berwisata sendiri hingga makan malam di hotel. Kemudian istirahat hingga pagi

Hari kelima tanggal 23 februari 2018

Rutinitas masih tetap sama seperti hari hari sebelumnya ketika di hotel,bangun sholat dan sarapan hinggga pukul 08.00 kemudian check out dari hotel dan persiapan menuju ke Taman Safari. Hingga pukul 10.00 diperkirakan tiba di lokasi taman safari hingga pukul 16.00 kemudian dilanjutkan perjalanan menuju kembali ke lampung

Diperkirakan pukul 19.00 hingga hari ke enam perjalanan menuju ke kampus STIKes Aisyah Pringsewu Lampung.

Nah itu tadi jadwal berdasarkan rundown kegiatan family gathering part 2 Aisyah goes to paris van java (bandung) keluarrga besar STIKes Aisyah Pringsewu selama 5 hari. 


Cara Sederhana Membuat Jus Tomat Segar Sendiri di Rumah

Cara Sederhana Membuat Jus Tomat Segar Sendiri di Rumah

Belajar bagaimana membuat jus tomat itu menyenangkan dan memuaskan, apalagi kita bisa membuat jus tomat dengan cara sederhana di rumah, dan buah tomat yang biasa saja bisa jadi lezat dan sehat.

Satu satunya bahan yang dibutuhkan adalah buah tomat segar yang bisa didapat dari kebun sendiri atau bisa juga beli di pasar tradisional maupun di supermarket.

Jus tomat ini bisa dinikmati sendiri atau bisa juga dicampur dengan jus sayuran lainnya untuk mendapatkan sensasi minuman yang menyegarkan.

akang putra Cara Sederhana Membuat Jus Tomat Segar Sendiri di Rumah

Cara Sederhana membuat  jus tomat
Bahan baku seperti buah tomat yang dibutuhkan untuk membuat satu liter jus tomat sangat minim. Jika Anda tidak memiliki tanaman buah tomat sendiri di kebun atau pekarangan rumah bisa membelinya dan memilih buah tomat segar di pasar atau tukang sayur keliling, bahkan bisa juga membelinya ke supermarket.

Bahan yang harus disiapkan untuk mendapatkan jus tomat segar sederhana yaitu
3 ons tomat segar
1 bawang merah cincang kecil (tergantung selera ya, boleh juga ga usah pake bawang)
2 tangkai seledri cincang (ini juga opsional aja ya,, ga harus ada dan tergantung selera)

Untuk memberi rasa gurih pada jus tomat yang kita buat, boleh tambahkan satu bawang merah cincang kecil dan dua batang seledri cincang ke tomat yang dimasak.

Selanjutnya cuci semua tomat segar secara menyeluruh dan apabila masih ada tangkainya lepaskan tangkai yang ada di buah tomat.

Jika Anda lebih suka dengan tomat kupas, masukkan tomat dalam air mendidih selama satu atau dua menit sampai kulit terbelah, kemudian biarkan tomat yang sudah di masak hingga dingin, dan selanjutnya lepaskan kulitnya.

Masukkan tomat ke wadah terpisah kemudian cincang tomat atau di iris kecil kecil.

Tempatkan panci di atas api sedang di atas kompor. Jika Anda ingin menambahkan rasa ke jus tomat matang tadi, silahkan tuangkan sedikit minyak zaitun ke dalam panci dan tumis bawang merah cincang dan seledri sampai lembut, sekitar 8 sampai 10 menit.

Tambahkan tomat cincang ke dalam panci, dengan panas sedang dan biarkan mendidih tomat selama 25 sampai 40 menit, tergantung pada konsistensi yang diinginkan. Waktu memasak yang lebih lama akan menghasilkan jus yang sedikit lebih kental.

Angkat campuran tomat yang telah dimasak dari kompor dan biarkan dingin setidaknya selama 10 sampai 15 menit.

Masukkan campuran tomat melalui saringan atau penggilingan makanan untuk menghilangkan semua padatan tomat, bawang merah, dan seledri.

Dinginkan jus tomat yang sudah disaring hingga beberapa jam sebelum disajikan, hal ini untuk mendapatkan rasa jus yang segar.

Anda bisa menyimpan jus ekstra sampai beberapa hari di kulkas.


Hubungan Pendidikan Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita

Hubungan Pendidikan Orang Tua dengan Perilaku Pencegahan Diare pada Balita


Penyebaran penyakit diare terkait dengan perilaku masyarakat yang sangat erat hubungannya dengan kebiasaan hidup bersih dan kesadaran keluarga terhadap bahaya diare. Perilaku pencegahan diare merupakan salah satu upaya dalam mengendalikan penyebaran dan penularan sehingga dapat menurunkan angka kejadian penyakit diare.

Pencegahan diare yang dilakukan oleh orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang tua akan penyakit, penyabab dan pencegahan diare. Pengetahuan orang tua sangat dipengaruhi oleh daya tangkap dan pola berfikir yang dipengaruhi oleh pendidikan orang tua.

Diare merupakan keadaan dimana seseorang menderita mencret-mencret, tinjanya encer,dapat bercampur darah dan lendir kadang disertai muntah-muntah. Diare dapat menyebabkan cairan tubuh terkuras keluar melalui tinja

Orang Tua dengan pengetahuan baik memiliki kemungkinan melakukan pencegahan diare dengan baik lebih tinggi di bandingkan orang tua dengan pengetahuan kurang Pecegahan penyakit diare dapat dilakukan bila ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit diare.

Orang tua dengan pendidikan lanjutan memiliki kemungkinan melakukan pencegahan diare dengan baik lebih tinggi di bandingkan orang tua dengan pendidikan dasar. Tingkat pendidikan ibu yang rendah akan mempengaruhi pengetahuan ibu karena ibu yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi akan mudah menerima masukan dari pihak lain

Pendidikan ibu dengan perilaku pencegahan diare oleh ibu dengan pendidikan lanjutan biasanya akan melakukan pencegahan diare dengan baik, sedangkan ibu dengan pendidikan dasar biasanya akan melakukan pencegahan diare kurang baik

Orang tua yang melakukan pencegahan diare dengan baik sebagian besar memilki pendidikan lanjutan. Perilaku merupakan aksi dari individu terhadap reaksi dari hubungan dengan lingkungannya. Berakaitan dengan hal tersebut maka salah satu persoalannya ialah bagaimana cara membentuk perilaku itu sesuai dengan yang diharapkan.

Perilaku pencegahan diare sangat dipengaruhi oleh pengetahuan yang didapat dari pendidikan pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi.

Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan.

Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan dimana diharapkan seseorang dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya sehingga akan melakukan perilaku yang lebih mendukung lagi.

Pendidikan yang semakin tinggi akan menambah wawasan dan pengetahuan seseorang begitu pula dalam bidang kesehatan dan akhirnya akan berperilaku untuk mencegah diare. pendidikan yang semakin tinggi akan menambah wawasan dan pengetahuan seseorang begitu pula dalam bidang kesehatan.

Peningkatan pengetahuan tentang diare melalui penyuluhan terutama pada orang tua dengan pendidikan rendah perlu dilakukan untuk meningkatkan perilaku orang tua dalam mencegah diare.